Begini 6 Langkah Pengajuan KPR Bank, Memakan Waktu Lama

6-langkah-pengajuan-kpr-bank

Langkah pengajuan KPR bank- Membeli rumah dengan jalur kredit kepemilikan rumah atau KPR adalah pilihan bijak. Kebanyakan KPR diajukan melalui bank komersial dan melalui sebuah proses. Hal ini merupakan salah satu tanda jika pihak bank akan mengecek keabsahan data dari yang mengajukan karena KPR tidak bisa diberikan dengan semena-mena. 

Setiap bank yang memberikan KPR ke pihak yang berwenang ini melalui beberapa proses mengingat jika bank tidak akan mengesahkan KPR tanpa memeriksa terlebih dahulu layak atau tidaknya pihak yang mendapat fasilitas KPR. Adapun pengajuan KPR ini melalui beberapa langkah yang dilakukan oleh pihak yang mengajukan sampai pihak bank sendiri. Inilah langkah-langkah pengajuan KPR bank dari proses awal sampai akhir. 

Apa Saja Langkah Pengajuan KPR Bank?

Setiap KPR yang diajukan akan memakan durasi waktu untuk bisa disahkan dan menjadi hak bagi si pembeli rumah untuk bisa melunasinya. Hal ini karena setiap KPR yang disahkah menjadi tanda apabila seseorang itu layak memiliki rumah dengan pelunasan lewat KPR. Untuk itu pihak bank yang memberikan fasilitas KPR akan meninjau selebihnya. Berikut ini adalah beberapa langkah pengajuan KPR bank: 

1. Mengisi Formulir dan Melengkapi Dokumen

Merupakan awal dari langkah pengajuan KPR bank adalah dengan mengisi formulir dan melengkapi dokumen. Bagi yang ingin mengajukan KPR pada bank komersial tertentu, hal pertama yang dilakukan adalah melengkapi dokumen penting sebagai salah satu persyaratan mengajukan KPR. Adapun beberapa dokumen penting yang perlu dipersiapkan adalah: 

  1. Kartu identitas (KTP/SIM)
  2. Kartu Keluarga  
  3. NPWP atau SPT PPh terakhir 
  4. Buku nikah 
  5. Slip gaji 
  6. Rekening koran 3 bulan terakhir
  7. Surat keterangan kerja (bagi pegawai) 
  8. Foto Diri 
  9. Salinan surat keterangan IMB 
  10. Salinan surat Hak Milik Bangunan
  11. Salinan surat Hak Guna Bangunan 
  12. Salinan surat tanda jadi dari pihak developer 
Baca Juga :   KPR Rumah vs Kredit Tanah, Mana yang Lebih Baik? Simak Penjelasannya Disini!

Sedangkan untuk mengisi formulir KPR bank bisa melalui cara online ataupun bisa langsung mengurus ke bank terkait. Mengisi formulir secara offline ini lebih baik karena bisa bertanya langsung ke pihak bank jika ada beberapa yang tidak dimengerti saat mengisi formulir.

2. Tahap Appraisal, Verifikasi atau Penilaian

Setelah selesai mengisi formulir mengajukan KPR ke bank tertentu selanjutnya pihak bank akan melakukan proses penilaian (appraisal) atau verifikasi sebagai langkah pengajuan KPR bank. Tahap ini bisa memakan waktu 1-2 bulan dari proses pengajuan KPR, dan merupakan langkah yang paling lama.

Ini dilakukan dengan cara pihak bank survey ke rumah yang akan dibeli oleh pihak yang mengajukan dan menentukan nilai rumah tersebut. Dari penilaian rumah tersebut akan ditentukan besaran jumlah plafon pinjaman rumah tersebut. 

Selain mensurvei rumah sebagai salah satu langkah pengajuan KPR, selanjutnya adalah penilaian keabsahan data si pengaju KPR. Ada tiga macam survei untuk menentukan apakah profil yang ada benar bisa dipercayai. Diantaranya adalah: 

1. BI Checking

Adalah sebuah pengecekan yang bernama Slip OJK atau mengecek apakah si pengaju KPR punya riwayat kredit bermasalah atau tagihan yang bermasalah. BI checking diperlukan mengingat pihak bank akan mempertimbangkan riwayat kredit kepada hasil pengesahan KPR begitu juga dengan layak atau tidak menggunakan KPR. 

2. Wawancara

Ini adalah tahap penilaian saat pihak bank mewawancarai si pengaju KPR untuk ditanyai mengenai kebenaran data yang sudah diisi. Tahap wawancara ini merupakan tahap di mana pihak bank akan menanyakan data ke pihak pengaju itu benar atau direkayasa.

3. Survey

Merupakan langkah pengajuan KPR melalui penilaian dengan survey yang dilakukan ke tempat kerja di pengaju KPR kepada pihak HRD tempat mereka bekerja untuk menanyakan lebih langsung mengenai bagaimana riwayat bekerja dan juga riwayat pendapatan dari si pengaju KPR.

Baca Juga :   Bangun Rumah atau Beli Rumah, Lebih Murah Mana? Ketahui Plus Minusnya Dulu Yuk!

3. Tahap Kalkulusi Kredit

Setelah pihak bank sudah melakukan proses penilaian dan memverifikasi seluruh data dari si pengaju KPR selanjutnya adalah pihak bank akan melakukan kalkulasi kredit sebagai langkah pengajuan KPR bank. Apa saja yang dilakukan bank saat mengkalkulasikan kredit? Salah satunya adalah dengan meninjau apakah pihak si pengaju sudah layak mendapatkan KPR begitu juga dengan ketentuan menyeluruh dari KPR. 

Seperti halnya mengenai besarnya nominal DP atau uang muka yang dikenakan, besarnya plafon pinjaman, tenor atau lamanya durasi pelunasan, skema bunga dan besarnya cicilan tiap bulannya. Beberapa ketentuan besarnya nominal dari kalkulasi KPR ini berdasarkan dari penilaian kepada rumah dan seberapa kemampuan membayar si pengaju KPR. Proses ini seluruhnya dilakukan pihak internal bank.

4. Penawaran Detail Pinjaman KPR

Jika kalkulasi kredit dari pihak bank sudah selesai, adalah tahap lainnya yaitu mengenai penawaran detail pinjaman KPR. Tahap ini menjadi tahap yang membutuhkan ketelitian para pengaju untuk bisa melihat bagaimana penawaran pinjaman KPR. Langkah pengajuan KPR bank ini memerlukan tinjauan detail mengenai hasil akhir nominal KPR. Namun bisa dinegosiasikan mengenai detail pinjaman KPR yang disepakati bersama dan memakan waktu yang lama. 

Meliputi hasil akhir DP atau uang muka, lamanya tenor, besarnya cicilan tiap bulannya, naik-turunnya skema bunga dan lainnya. Mengapa harus ditinjau secara detail? Ini karena biasanya hasil perhitungan akhir pinjaman KPR tidak sama dengan pengajuan nominal awal karena perubahan terhadap proses penilaian rumah dan rentan kemampuan membayar. Bisa jadi ada perubahan terhadap nominal harga rumah yang berpengaruh kepada uang muka dan plafon. 

5. Pengurusan Pengesahan Dokumen KPR

Apabila sudah disepakati bersama jumlah nominal akhir dari detail pinjaman KPR. Maka langkah pengajuan KPR bank selanjutnya adalah mengenai pengurusan dokumen KPR. Ini merupakan tahap dimana bank akan menyerahkan surat SP3K atau Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit ke si pengaju KPR. 

Baca Juga :   Perumahan Sistem One Gate: Eksklusivitas dan Keunggulan yang Lebih

Saat mengurus dokumen si pengaju akan disuruh untuk menghubungi notaris yang ditunjuk oleh bank untuk proses menyeluruh persyaratan pengurusan dokumen KPR berupa AJB atau Akta jual beli, proses balik nama, cek sertifikat, perjanjian kredit dan lainnya. Dengan menggunakan jasa notaris ini bisa langsung negosiasi tarif notaris langsung di depan secara bersama-sama. 

6. Tanda Tangan Akad Kredit

Tahap ini merupakan langkah pengajuan KPR bank paling akhir yaitu dengan tanda tangan akad kredit. Langkah ini dilakukan ketika notaris sudah mengesahkan dokumen KPR dan akan si pengaju bisa langsung tanda tangan akad langsung di tempat notaris dengan menunjuk debitur (pihak si pengaju KPR), kreditur (pihak bank), pihak notaris dan pihak developer rumah untuk proses akad kredit. 

Proses ini memerlukan kehadiran pihak tersebut untuk mengesahkan seluruh dokumen penting dari pengajuan KPR sehingga apabila sudah tertanda sah, si pengaju KPR bisa langsung serah-terima kunci rumah setelah si pengaju menandatangani surat perjanjian dengan bank. 

Memiliki rumah impian adalah harapan semua orang. Berikut juga mengenai langkah pengajuan KPR bank sebagai bagian dari proses pemilikan rumah mengenai cara pelunasannya adalah hal yang penting untuk bisa dilalui. Sekiranya penjelasan artikel ini bisa membantu pihak yang akan mengajukan KPR agar mengerti tahap-tahap yang akan dilakukan saat prosesnya. 

Bagi yang sedang ingin melihat properti perumahan cluster kawasan Depok anda bisa memilih pada perumahan Taman Arcadia. Ada beberapa cluster pilihan dengan kualitas bagus ditawarkan seperti Permata Arcadia Amethyst dan Taman Arcadia Rosewell.